Rabu, 02 November 2011

DI MASJID

Kuseru saja Dia
Sehingga datang juga

Kami pun bermuka-muka.

Seterusnya Ia Bernyala-nyala dalam dada.
Segala daya memadamkanya

Bersimpah peluh diri yang tak bisa diperkuda

Ini ruang
Gelanggang kami berperang.
Binasa-membinasa
Satu menista lain gila


(Chairil Anwar, 29 Mei 1943)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar