Wektu iki soyo suwe soyo cepet
Dilit noleh jam wes ganti dina
Dilit ngendaki dina wes ganti sasi
Dilit nonton sasi wes ganti taun
Lan wes ganti abad
Urip iki mung mampir turu!
Turu neng nggone uwong
Kapan wae aku bisa keusir
Urip iki mung dadi kuli!
Kuli sing ora jelas uripe
Neng ngendi wae aku bisa mati
Mula...
Aja kakehan tingkah!
Urip neng ndonya iki ora suwe
Balek S, Mar-Apr 2011
Kamis, 19 Mei 2011
AKU TAK PERDULI
Aku akan bungkam
Walau duri tajam
Mengiris jiwa yg terdalam
Hingga aku terdiam
Dan terus terdiam
Hingga gelap malam
Datang dan menyelimuti duniaku yg suram
Masihkah kau peduli?
Sedang aku sendiri tak perduli
Masihkah aku peduli?
Sedang dengan diri sendiri
pun aku tak perduli
Apa yang kau inginkan lagi?
Aku sudah diam sendiri
Bila kau tak peduli
Aku akan jauh lebih tidak perduli lagi
Dan aku semakin tak perduli
Balek S, Mar 2011
Walau duri tajam
Mengiris jiwa yg terdalam
Hingga aku terdiam
Dan terus terdiam
Hingga gelap malam
Datang dan menyelimuti duniaku yg suram
Masihkah kau peduli?
Sedang aku sendiri tak perduli
Masihkah aku peduli?
Sedang dengan diri sendiri
pun aku tak perduli
Apa yang kau inginkan lagi?
Aku sudah diam sendiri
Bila kau tak peduli
Aku akan jauh lebih tidak perduli lagi
Dan aku semakin tak perduli
Balek S, Mar 2011
ADAKAH
Adakah yang tersenyum?
Adakah yang tertawa?
Adakah yang bercanda?
Di saat kita bersedih
Adakah yang bersedih?
Adakah yang menangis?
Adakah yang berduka?
Di saat kita gembira
Adakah yang mau berpuisi?
Adakah yang mau bernyanyi?
Di saat kita belum tuli
Adakah yang mau bercinta?
Adakah yang mau berdoa?
Adakah yang mau teringat?
Di saat kita belum buta
Balek S, Mar 2011
Adakah yang tertawa?
Adakah yang bercanda?
Di saat kita bersedih
Adakah yang bersedih?
Adakah yang menangis?
Adakah yang berduka?
Di saat kita gembira
Adakah yang mau berpuisi?
Adakah yang mau bernyanyi?
Di saat kita belum tuli
Adakah yang mau bercinta?
Adakah yang mau berdoa?
Adakah yang mau teringat?
Di saat kita belum buta
Balek S, Mar 2011
DILEMA
Berperang
dengan kuda perang
Kudaku berlari
dan terus berlari
Tak dapat ku hentikan
Jika ku biarkan berlari
Aku akan hilang bentuk
Jika berhenti di sini
Aku akan remuk
Balek S, Feb-Mar 2011
dengan kuda perang
Kudaku berlari
dan terus berlari
Tak dapat ku hentikan
Jika ku biarkan berlari
Aku akan hilang bentuk
Jika berhenti di sini
Aku akan remuk
Balek S, Feb-Mar 2011
DENGAN
![]() |
| Dengan Mata Aku Melihat |
Dengan hati ku merasa
Ku mendengar dengan kuping
Ku membau dengan hidung
Dengan mulut ku bicara
Dengan tangan ku meraba
Dengan burung ku bernyayi
Dengan rerumputan ku menari
Ku bersenandung dengan sungai
Dengan senyuman ku tertawa
Dengan senyuman ku menangis
Dengan air mata ku bercinta
Dengan air mata ku berdoa
Balek S, Feb-Mar 2011
HILANG bag. 4
bag. 4
Aku tenggelam
Di dunia yang terdalam
Hanya kegelapan malam
Yang menemani
hingga aku terdiam
Ada sebuah cahaya
remang-remang di ujung sana
Ku coba mendekatinya
Cahaya itu semakin jauh
jauh dan menghilang
Bukan
itu bukan sebuah cahaya
Hanya sebuah fatamorgana dunia
Di manakah ujung dunia ini?
Aku tak mengerti
Diri ku hanya bisa berjalan
Dan tak tahu arah tujuan
Aku semakin nyata
Di dunia yang semakin maya
Kini aku tak tampak lagi
Yang dulu hilang
Kini aku makin menghilang
Balek S, Feb 2011
Aku tenggelam
Di dunia yang terdalam
Hanya kegelapan malam
Yang menemani
hingga aku terdiam
Ada sebuah cahaya
remang-remang di ujung sana
Ku coba mendekatinya
Cahaya itu semakin jauh
jauh dan menghilang
Bukan
itu bukan sebuah cahaya
Hanya sebuah fatamorgana dunia
Di manakah ujung dunia ini?
Aku tak mengerti
Diri ku hanya bisa berjalan
Dan tak tahu arah tujuan
Aku semakin nyata
Di dunia yang semakin maya
Kini aku tak tampak lagi
Yang dulu hilang
Kini aku makin menghilang
Balek S, Feb 2011
HILANG bag. 3
bag. 3
Hitam kelam
Dalam mendung & hujan
Mengerikan penuh ketakutan
Hitam kelam
Dalam gelap malam
Sungguh mencekam
Mengapa langit ini bermuka muram?
Awan-awan hitam
saling berarakan
Matahari tak mau melihat
Bulan pun tak mau mendekat
Dan bintang-bintang
tak lagi terpikat
Dunia ini sungguh suram
Bayanganku pun tenggelam
Jasad ku ikut terpendam
Di dunia yang terdalam
Hingga aku
Menghilang
menghilang
Dan terus menghilang
Balek S, Feb 2011
Hitam kelam
Dalam mendung & hujan
Mengerikan penuh ketakutan
Hitam kelam
Dalam gelap malam
Sungguh mencekam
Mengapa langit ini bermuka muram?
Awan-awan hitam
saling berarakan
Matahari tak mau melihat
Bulan pun tak mau mendekat
Dan bintang-bintang
tak lagi terpikat
Dunia ini sungguh suram
Bayanganku pun tenggelam
Jasad ku ikut terpendam
Di dunia yang terdalam
Hingga aku
Menghilang
menghilang
Dan terus menghilang
Balek S, Feb 2011
WAKTU bag. 2
bag. 2
Waktu
begitu cepat berlalu
Tak terasa
mengubur ku
Menenggelamkan ku
ke dalam dunia yang tak bermutu
Aku tak tahu
Apakah sisa hidupku
dapat melunasi hutang-hutang ku
masa lalu?
Atau untuk hidup pun tak cukup?
Apakah aku harus menunda waktu?
Waktu terus berjalan
Aku tak bisa menghentikan
Cuma bisa memandangnya berjalan
Kini baru ku tahu
Jangan menunda waktu!
Jika kau tak ingin waktu menunda mu
Balek S, Feb 2011
Waktu
begitu cepat berlalu
Tak terasa
mengubur ku
Menenggelamkan ku
ke dalam dunia yang tak bermutu
Aku tak tahu
Apakah sisa hidupku
dapat melunasi hutang-hutang ku
masa lalu?
Atau untuk hidup pun tak cukup?
Apakah aku harus menunda waktu?
Waktu terus berjalan
Aku tak bisa menghentikan
Cuma bisa memandangnya berjalan
Kini baru ku tahu
Jangan menunda waktu!
Jika kau tak ingin waktu menunda mu
Balek S, Feb 2011
SUARA-SUARA RAKYAT
![]() |
| Para Kaum Tergusur |
yang berjalan dari ujung ke ujung
untuk mencari tangan kanan kami
yang telah lama hilang
Kami adalah kaum tergusur
rumah kami telah hancur
beri hak kami untuk tidur!
meski dengan kasur-kasur dari lumpur
sisa kalian berliur
Kami adalah kaum terbuang
kalian hanya bisa memandang
hingga kami menghilang
Dan semua telah jelas
kami ini adalah kaum tertindas
hak kami kalian rampas
tak kalian biarkan kami bebas
Kami bukan sampah
jangan beri kami makan sampah
kami hanya butuh rumah
kami juga bukan koruptor
jangan beri kami makan duit
kami hanya butuh kebebasan dan keadilan
Jika tidak...
kami akan punah
meski kami terus bertambah
Balek S, Feb 2011
Minggu, 15 Mei 2011
KACAU BALAU
Jika kalau
kalau jika
Jikalau
pasti ada jika
juga kalau
Jika kalau pasti jika
kalau jika belum tentu kalau
Ada kalau pasti jika
ada jika pasti kalau
Meski kalau tapi jika
meski jika tapi kalau
Jika kalau bukan kalau jika
Jika kalau
kalau jika
jika jika
kalau kalau
Kacau balau
Balek S, Jan 2011
kalau jika
Jikalau
pasti ada jika
juga kalau
Jika kalau pasti jika
kalau jika belum tentu kalau
Ada kalau pasti jika
ada jika pasti kalau
Meski kalau tapi jika
meski jika tapi kalau
Jika kalau bukan kalau jika
Jika kalau
kalau jika
jika jika
kalau kalau
Kacau balau
Balek S, Jan 2011
TANDA TANYA
Bisakah aku berkelana di negeri itu?
Di negeri orang, yang aku pun tak tahu
Bisakah aku berjalan sampai ke ujung?
Di jalan ini, jalan yang tanpa ujung
Akankah aku berkata?
Dalam tanda tanya
Akankah aku bercinta?
Jika hati ini tak lagi merasa
Masihkah aku bercakap?
Jika hari mulai gelap
Masihkah aku berdoa?
Jika jiwa ini hilang begitu saja
Kapankah aku kembali?
Atau di hari dan detik ini?
Balek S, Jan 2011
Di negeri orang, yang aku pun tak tahu
Bisakah aku berjalan sampai ke ujung?
Di jalan ini, jalan yang tanpa ujung
Akankah aku berkata?
Dalam tanda tanya
Akankah aku bercinta?
Jika hati ini tak lagi merasa
Masihkah aku bercakap?
Jika hari mulai gelap
Masihkah aku berdoa?
Jika jiwa ini hilang begitu saja
Kapankah aku kembali?
Atau di hari dan detik ini?
Balek S, Jan 2011
WAKTU bag. 1
bag. 1
Saling berpacu melawan waktu
Di hari-hari yang tak tentu
Diriku makin tak menentu
Aku pun tak tahu
Mungkinkah aku bertanya pada batu-batu yang membisu?
Ataukah meminta bantuan pada mayat-mayat yang sudah tak sewaktu?
Ataukah hanya akan diam membisu?
Waktu mengejar ku
Ingin membunuh ku
Menenggelamkan ku
Ke dalam dunia yang tak bermutu
Ku tahu
Sekarang sudah tak ada waktu
Balek S, Jan 2011
Saling berpacu melawan waktu
Di hari-hari yang tak tentu
Diriku makin tak menentu
Aku pun tak tahu
Mungkinkah aku bertanya pada batu-batu yang membisu?
Ataukah meminta bantuan pada mayat-mayat yang sudah tak sewaktu?
Ataukah hanya akan diam membisu?
Waktu mengejar ku
Ingin membunuh ku
Menenggelamkan ku
Ke dalam dunia yang tak bermutu
Ku tahu
Sekarang sudah tak ada waktu
Balek S, Jan 2011
DIAM
Diam 1000 kata
Diam 1000 bahasa
Diam 1000 tanda
Diam 1000 makna
Diam 1000 gerak
Diam diam
Diam tak bergerak
Diam membisu
Leyap di dunia sana
Balek S, Jan 2011
Diam 1000 bahasa
Diam 1000 tanda
Diam 1000 makna
Diam 1000 gerak
Diam diam
Diam tak bergerak
Diam membisu
Leyap di dunia sana
Balek S, Jan 2011
TAPI, TETAP
Bukan tidak tapi belum
Bukan baru tapi sudah
Bukan tinggal tapi masih
Walau belum tapi masih
Walau meski tapi tetap
Jika belum harus tetap
Jika masih harus tetap
Kalau tapi pasti cuma
Kalau iya pasti iya
Kerjakan!
Balek S, Jan 2011
Bukan baru tapi sudah
Bukan tinggal tapi masih
Walau belum tapi masih
Walau meski tapi tetap
Jika belum harus tetap
Jika masih harus tetap
Kalau tapi pasti cuma
Kalau iya pasti iya
Kerjakan!
Balek S, Jan 2011
HILANG bag. 2
bag. 2
Diriku hilang
Yang kini tinggal bayang-bayang
Itu pun mulai memudar
Dan kini aku mulai sadar
Ku coba melukisku kembali
Di secarik awan
Dengan pena tangan
Dalam angan-angan
Tapi sia-sia
Angin menyapuku juga
Balek S, Jan 2011
Diriku hilang
Yang kini tinggal bayang-bayang
Itu pun mulai memudar
Dan kini aku mulai sadar
Ku coba melukisku kembali
Di secarik awan
Dengan pena tangan
Dalam angan-angan
Tapi sia-sia
Angin menyapuku juga
Balek S, Jan 2011
HIDUP SEPUTUNG ROKOK
Hidup di negeri ini begitu lucu
Kemarin aku mewah
Dengan rumah megah
Banyak orang memujiku
Mendewakanku
Membawaku
ke mana
mereka berada
Meski aku tak berguna
Meski aku penghisap jiwa
Tapi kini hidupku hilang 3/4
Aku terbuang
Semua ogah memandang
Membau pun tak mau
Apalagi menghisapku
Kali ini aku beruntung
Ada pak tua yang memungutku tapi
Aku semakin terbuang
Aku kini sampah
Yang hanya berpindah rumah
Aku sedirian
Kesepian
Dan tertidur dalam kerumunan
Balek S, Des 2010-Jan 2011
Kemarin aku mewah
Dengan rumah megah
Banyak orang memujiku
Mendewakanku
Membawaku
ke mana
mereka berada
Meski aku tak berguna
Meski aku penghisap jiwa
Tapi kini hidupku hilang 3/4
Aku terbuang
Semua ogah memandang
Membau pun tak mau
Apalagi menghisapku
Kali ini aku beruntung
Ada pak tua yang memungutku tapi
Aku semakin terbuang
Aku kini sampah
Yang hanya berpindah rumah
Aku sedirian
Kesepian
Dan tertidur dalam kerumunan
Balek S, Des 2010-Jan 2011
TETAPI
Diriku tersenyum
tetapi hatiku sedih
Diriku tertawa
tetapi hatiku menangis
Diriku diam
tetapi hatiku berteriak
Diriku berkata
tetapi hatiku bertanya
Balek S, Des 2010
tetapi hatiku sedih
Diriku tertawa
tetapi hatiku menangis
Diriku diam
tetapi hatiku berteriak
Diriku berkata
tetapi hatiku bertanya
Balek S, Des 2010
BANGKIT KEMBALI
Pelan-pelan aku melangkah
Menuju hari esok yang cerah
Kemarin tak jadi masalah
Karena semua kan berubah
Menjadi lebih indah
Langkahku pelan tapi pasti
Kan ku coba menggapai mimpi
Dan tak perlu ragu lagi
Tuk menjadi lebih baik lagi
Mulai hari ini
Balek S, Des 2010
Menuju hari esok yang cerah
Kemarin tak jadi masalah
Karena semua kan berubah
Menjadi lebih indah
Langkahku pelan tapi pasti
Kan ku coba menggapai mimpi
Dan tak perlu ragu lagi
Tuk menjadi lebih baik lagi
Mulai hari ini
Balek S, Des 2010
LELAH
Lelah mata memandang
Lelah hidung membau
Lelah kuping mendengar
Lelah lidah berucap
Lelah hati merasa
Lelah pikir memikirkan
Lelah tulang-tulang bergerak
Letih aku
Balek S, Des 2010
Lelah hidung membau
Lelah kuping mendengar
Lelah lidah berucap
Lelah hati merasa
Lelah pikir memikirkan
Lelah tulang-tulang bergerak
Letih aku
Balek S, Des 2010
HILANG bag. 1
bag. 1
Ku coba melawan arus
Tapi langkahku terhenti
Ku coba diam
Tapi aku terhanyut
Ku coba mengikutinya
Tapi semakin terbawa arus
Dan aku menghilang
Balek S, Des 2010
Ku coba melawan arus
Tapi langkahku terhenti
Ku coba diam
Tapi aku terhanyut
Ku coba mengikutinya
Tapi semakin terbawa arus
Dan aku menghilang
Balek S, Des 2010
Sabtu, 14 Mei 2011
TAK BERJUDUL
Apakah matamu masih perawan?
Apakah kupingmu masih perawan?
Apakah lidahmu masih perawan?
Apakah tanganmu masih perawan?
Apakah otakmu masih perawan?
Apakah hatimu masih perawan?
Apakah hidupmu masih perawan?
Apakah duniamu masih perawan?
Balek S, 2010
Apakah kupingmu masih perawan?
Apakah lidahmu masih perawan?
Apakah tanganmu masih perawan?
Apakah otakmu masih perawan?
Apakah hatimu masih perawan?
Apakah hidupmu masih perawan?
Apakah duniamu masih perawan?
Balek S, 2010
Langganan:
Postingan (Atom)

