Minggu, 18 Maret 2012

PELANCONG ZAMAN

Langit tak mau
berhenti menangis
dan terus menagis
Melihat negeri ini
yang jalannya mulai rempong

Lautan air mata pun
tak terhindarkan
membuat negeri ini hampir tenggelam
oleh air mata, lantaran
jutaan penduduknya yang menangis kelaparan

Pelancong-pelancong zaman!
Negeri ini semakin edan!
Tak ada pilihan!
selain mengarungi lautan waktu
Tak ada pilihan!
selain menjelajah daratan masa

Negeri ini sudah rombeng!
Dan semakin tidak waras lagi
Karena hati para pemimpinnya sudah compang-camping
Tercabik-cabik oleh taring-taring kelalaian
Terobek-robek oleh cakar-cakar kenikmatan

Wahai! Pelancong-pelancong zaman!
Negeri ini semakin edan!
Tak ada pilihan!
selain mengarungi lautan waktu
Tak ada pilihan!
selain menjelajah daratan masa

Hidup di negeri sendiri tak menentu!
Hidup di negeri orang tak tahu!


Balek S, Juli 2011-Januari 2012

TEKA-TEKI

Tidak aku mengerti
Teka
e
k
i
Tidak aku pahami
Teka
e
k
i
Tidak aku ketahui
Teka
e
k
i

Semuanya penuh
Teka
e
k
i

Benua yang terhampar adalah
Teka-teki
Lautan yang membentang adalah
Teka-teki

Langit yang terpampang adalah
Teka-teki
Jagat raya ini adalah
Teka-teki

Datangnya kiamat adalah
Teka-teki
Takdir ini adalah
Teka-teki

Hidupku adalah
Teka-teki
Matiku adalah
Teka-teki

Pikiranku adalah
Teka-teki
Isi hatiku adalah
Teka-teki
Dan semuanya adalah
Teka-teki

Teka teki adalah
Teka
e
k
i
Karena puisi ini adalah
Teka
e
k
i


Balek S, Januari 2012

PUISI PENDEK UNTUK

Seberkas cahaya
menerangiku
begitu hangatnya
begitu terangnya
Seperti matahari
yang menyinariku
kala di pagi hari

Seberkas sinar
kini semakin redup
dan redup
Tetapi cahayanya masih
tetap menghangatiku
dan sinarnya masih
tetap menerangiku


Balek S, 02 Januari 2012

HENING 2

Termenung
Dalam hening
Aku terdiam
Sepi sunyi

Kududuk sendiri
Saat orang-orang terlelap tidur
Dan malam pun semakin larut

Dengan lirih
Kusebut saja nama Mu

Maka,tanpa ragu-ragu
Kutinggikan nama Mu
Kurendahkan saja nama ku


Balek S, September-Desember 2011

SEONGGOK

Sesosok
anak
tersentak
melihat
Seonggok
tubuh tergeletak
tak bergerak tak
bergerak
Bergeming tak
bersua tak
bicara

Di pojok
si anak berkata:
"Mengapa ini terjadi?"
Sedang di luar
orang-orang hanya
duduk terdiam
dan membisu


Balek S, Juli-Desember 2011

KAKU

Kakiku kaku
kakukah darahku?
Darahku beku
bekukah tulangku?
Tulangku batu
batukah batinku?
Batinku luka
lukakah hatinya?


Balek S, 30 November 2011

BAGAIMANA NASIB WAKTU?

Jam berdetak hampir sekarat
Waktu tak lagi tepat

Aku kini
rabun waktu, buta arah
Hari-hariku adalah tanda tanya
"Jam berapakah sekarang?" atau
"Di manakah aku berada?" atau
"Hari bulan apakah ini?"

Aku hilang dalam pengembaraanku
atau bahkan terhenti
Pikiranku kabur oleh
pertanyaan yg tak terjawab
Aku kini tak dapat kembali, karena
Begitu tua, tua


Balek S, Agustus-November 2011