Jumat, 30 September 2011

KETIKA IA BERCOKOL

Bercokol ia tiba-tiba
Dengan rayuan pun
tak dapat menolaknya

Tubuh seakan-akan
terikat oleh berton-ton borgol
Perut ini seakan-akan
kehabisan bahan bakar
Pemikiran tinggal setengah watt
Dan kepala ini seakan-akan
tertimpuk ribuan beton

Dengan bermandikan air ketegaran
Sejumlah borgol berkarat dan terlepas
Meski dingin mendera
Dengan makan buah kekuatan
Kupaksakan saja
Meski bahan bakar yang terisi setengahnya
Dengan tidur yang seakan-akan 1000 abad
Pemikiran pun teraliri listrik
Meski cuma 5 watt
Dan kuoleskan saja minyak harapan
Meski kepala seakan-akan
masih tertimpuk ribuan beton

Aku berharap
Agar bisa berperang besok
Meski hanya dengan amunisi tekad


Balek S, 11 September 2011

KATA-KATA ADALAH KATANYA

Kata-kata adalah bahasa
Semakin rumit kata
semakin tinggi kata itu katanya

Kata-kata adalah puisi
Semakin gendeng kata
semakin indah kata katanya

Kata-kata adalah pisau
Semakin tajam kata
semakin mematikan kata katanya

Kata-kata adalah doa
Semakin dalam kata
semakin keramat kata katanya

Kata-kata adalah diam
Diam dari kata-kata katanya


Balek S, Juli-Agustus 2011

SIAPA BERANI?

Siapa berani
aku maling ayam?
Siapa berani
aku mengemis,
memalak,
merampok recehan?
Siapa berani
aku memaksa,
memperkosa?
Siapa berani
aku bicara?
Siapa berani?

Semua mengepalkan tangan
Semua angkat pentungan
Semua angkat senjata
Semua angkat bicara

Siapa berani
Dewan maling uang rakyat?
Siapa berani
Dewan memaksa,
memperkosa,
merampas hak rakyat?
Siapa berani
Aparat memalak,
menggusur?
Siapa berani
Presiden bicara
Siapa berani?

Semua angkat tangan
Semua simpan pentungan
Semua simpan senjata
Semua diam tak berkata

Siapa berani
Tuhan menyuruh?
Siapa berani
Tuhan melarang?
Siapa berani
Tuhan mengutuk?
Siapa berani?

Semua masa bodoh


Balek S, Juli-Agustus 2011