Selasa, 25 Desember 2012

LAGI?

Malam yang dingin
malam yang semakin menusuk

Malam yang semakin pendek
Malam yang semakin malam

Waktu telah menunjukkan pukul 23.59

Waktu semakin tak terhentikan

Jangan biarkan setan bertempik malam ini
yang hanya memperpendek waktu

Di penghujung hari aku ingin lagi
menyebut nama-Mu yang tinggi

Jangan biarkan setan mengakak di pagi nanti
yang hanya menyita waktu

Di penghujung hari aku ingin lagi
menyebut asma-Mu yang suci
lagi...


Balek S, 25 Desember 2012

BINGUNG MAU NULIS APA

Sudah lama tak menulis lagi...
Dan blog ini pun mulai berdebu
terlantarkan oleh waktu


"Sekarang mau nulis apa ya???"

"Entahlah, kok malah nanya!"

"Mau nulis apa ya?"

"Jangan nanya, ayo mulai nulis!"

"Siap."



Menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis

Menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis menulis

*copy paste*


"Menulis ya menulis, tapi bukan begitu juga kaleee!!!"

"Ok deh... Kalo gitu nulis kaya sebelumnya aja deh..."

Rabu, 30 Mei 2012

AKU INGIN, TETAPI

Beribu-ribu kata ingin aku muntahkan!
tetapi kaku
Hanya berpuluh maaf yang aku lempar
Ngilu!

Berjuta-juta rasa ingin aku ungkapkan!
tetapi beku
Hanya beratus rindu yang hambar
Sedu!


Balek S, April 2012

DOSAKU BERTAMBAH BASAH

Berpuluh-puluh tobat
ingin aku panjatkan
Maaf seratus salah
jadi...

Segunung dosa
menumpuk
beratus bukit

Mendung...
Hujan seribu awan
Dosaku basah

Bertrilyun-trilyun dosa
ingin aku bakar
Tetapi basah
mejen...

Semilyar dosa kukeringkan
semakin basah
dan bertambah

Setrilyun dosa runtuh
rubuh
menguburku
hilang...


Balek S, April 2012

SINGGAH SESAAT

Awan menggumpal
hujan turun tiba-tiba
langit rata seketika
jalanan sepi begitu saja
tak ada becak, tak ada ojek
berjalan
lelah...
merangkak
basah...

Berbekal sekantong receh
kubelikan saja seplastik bensin
kurang...
kubelikan setengahnya
kurang...
kubelikan segenggam, kuminum
habis...

Di belakang
kaum elit hingga pinggiran
memakai dasi
berjajar rapi
antri BBM juga
seperti antri blaCkberi dan sembako

Kulanjutkan perjalananku
awan semakin menggumpal
langit semakin petang
hujan semakin menggila
basah, basah seketika
kuyub, kuyub semua
hilang...


Balek S, 28 Maret 2012

MAKAN HATI

Setiap hari aku minum air berkarat
hatiku ikut berkorosi
lalu kugosok saja dengan ampelas
tetapi terbakar, menjadi arang
lalu kukumpulkan abu-abu itu
kumakan saja
kosong...


Balek S, Maret 2012

AKTIVITAS HARI INI

Malam ini
Aku ingin makan nasi
Tetapi sudah habis dibeli
Lalu aku makan saja semangkuk Indomi
Dan minum secangkir kopi Kapal Api
Tetapi mata sudah tak kuat lagi
Lalu aku minum sebotol Pepsi
Aku masih tetap ngantuk malam ini
Kuganjal saja mata dengan korek api
Tetapi patah, kuganjal dengan tusuk gigi
Tetapi patah lagi
Dan terakhir kuganjal mata dengan sepotong besi
Tiba-tiba lampu mati
Lalu aku tidur saja sampai pagi


Balek S, 22 Maret 2012

WAKTU SUBUH

Belum apa-apa
udara bertuba tiba-tiba
setan mulai betempik
lagu nina bobo semakin terdengar merdu
orang-orang kini tak berkutik
semakin terlelap dalam syahdu

Udara mulai bergetar
menggentarkan suara sukma
merambat ke telinga-telinga
membuat gendang-gendang bertabuhan
saling beriringan

Lantunan lagu suci
menyebut nama Mu yang tinggi
terdengar bergemuruh
mengungkung seisi bumi
memantul ke arasyi
tanda tiba waktu subuh


Balek S, Maret 2012

KEMBALI KE DESA

Pagi-pagi buta
orang-orang masih belum bersliweran juga
hanya ada sisi-sisa
malam yang terlarut di dalamnya

Pagi-pagi buta
aku kembali ke desa
hanya dengan sisa-sisa
tenaga yang masih aku punya

Jangan sampai mandeg di tengah kota!
Setelah seabad melakukan perjalanan masa
akhirnya aku kembali juga
ke desa yang tercinta


Balek S, Januari 2012

TAK CUKUP

Waktu sejam, tak cukup untuk menghabiskan huruf-huruf
Waktu sehari, tak cukup untuk menghabiskan kata-kata
Waktu sebulan, tak cukup untuk menghabiskan kalimat-kalimat
Waktu setahun, tak cukup untuk menghabiskan paragraf-paragraf
Waktu seabad, tak cukup untuk menghabiskan buku-buku

Tetapi waktu setahun, telah habis hanya untuk memikirkan satu kata
Dan waktu seabad, telah habis hanya untuk memikirkan satu kalimat


Balek S, Januari 2012

Minggu, 18 Maret 2012

PELANCONG ZAMAN

Langit tak mau
berhenti menangis
dan terus menagis
Melihat negeri ini
yang jalannya mulai rempong

Lautan air mata pun
tak terhindarkan
membuat negeri ini hampir tenggelam
oleh air mata, lantaran
jutaan penduduknya yang menangis kelaparan

Pelancong-pelancong zaman!
Negeri ini semakin edan!
Tak ada pilihan!
selain mengarungi lautan waktu
Tak ada pilihan!
selain menjelajah daratan masa

Negeri ini sudah rombeng!
Dan semakin tidak waras lagi
Karena hati para pemimpinnya sudah compang-camping
Tercabik-cabik oleh taring-taring kelalaian
Terobek-robek oleh cakar-cakar kenikmatan

Wahai! Pelancong-pelancong zaman!
Negeri ini semakin edan!
Tak ada pilihan!
selain mengarungi lautan waktu
Tak ada pilihan!
selain menjelajah daratan masa

Hidup di negeri sendiri tak menentu!
Hidup di negeri orang tak tahu!


Balek S, Juli 2011-Januari 2012

TEKA-TEKI

Tidak aku mengerti
Teka
e
k
i
Tidak aku pahami
Teka
e
k
i
Tidak aku ketahui
Teka
e
k
i

Semuanya penuh
Teka
e
k
i

Benua yang terhampar adalah
Teka-teki
Lautan yang membentang adalah
Teka-teki

Langit yang terpampang adalah
Teka-teki
Jagat raya ini adalah
Teka-teki

Datangnya kiamat adalah
Teka-teki
Takdir ini adalah
Teka-teki

Hidupku adalah
Teka-teki
Matiku adalah
Teka-teki

Pikiranku adalah
Teka-teki
Isi hatiku adalah
Teka-teki
Dan semuanya adalah
Teka-teki

Teka teki adalah
Teka
e
k
i
Karena puisi ini adalah
Teka
e
k
i


Balek S, Januari 2012

PUISI PENDEK UNTUK

Seberkas cahaya
menerangiku
begitu hangatnya
begitu terangnya
Seperti matahari
yang menyinariku
kala di pagi hari

Seberkas sinar
kini semakin redup
dan redup
Tetapi cahayanya masih
tetap menghangatiku
dan sinarnya masih
tetap menerangiku


Balek S, 02 Januari 2012

HENING 2

Termenung
Dalam hening
Aku terdiam
Sepi sunyi

Kududuk sendiri
Saat orang-orang terlelap tidur
Dan malam pun semakin larut

Dengan lirih
Kusebut saja nama Mu

Maka,tanpa ragu-ragu
Kutinggikan nama Mu
Kurendahkan saja nama ku


Balek S, September-Desember 2011

SEONGGOK

Sesosok
anak
tersentak
melihat
Seonggok
tubuh tergeletak
tak bergerak tak
bergerak
Bergeming tak
bersua tak
bicara

Di pojok
si anak berkata:
"Mengapa ini terjadi?"
Sedang di luar
orang-orang hanya
duduk terdiam
dan membisu


Balek S, Juli-Desember 2011

KAKU

Kakiku kaku
kakukah darahku?
Darahku beku
bekukah tulangku?
Tulangku batu
batukah batinku?
Batinku luka
lukakah hatinya?


Balek S, 30 November 2011

BAGAIMANA NASIB WAKTU?

Jam berdetak hampir sekarat
Waktu tak lagi tepat

Aku kini
rabun waktu, buta arah
Hari-hariku adalah tanda tanya
"Jam berapakah sekarang?" atau
"Di manakah aku berada?" atau
"Hari bulan apakah ini?"

Aku hilang dalam pengembaraanku
atau bahkan terhenti
Pikiranku kabur oleh
pertanyaan yg tak terjawab
Aku kini tak dapat kembali, karena
Begitu tua, tua


Balek S, Agustus-November 2011

Minggu, 22 Januari 2012

MENYESAL

Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pegi,
Sekarang petang datang membayang,
Batang usiaku  sudah tinggi.

Aku lalai di hari pagi,
Beta lengah di masa muda,
Kini hidup meracun hati,
Miskin ilmu, miskin harta

Akh, apa gunanya kusesalkan,
Menyesal tua tiada berguna,
Hanya menambah luka sukma.

Kepeda yang muda kuharapkan,
Atur barisan di hari pagi, 
Menuju ke arah padang bakti!  


(A. Hasymi)

NYANYIAN KEABADIAN

Hujan jatuh di luar musim
menghijaukan rumput di jalan
Hujan jatuh bersama angin
melambaikan daun di dahan
Hujan jatuh membawa dingin
menyejukkan rindu di badan

Cinta yang tumbuh setiap musim
adalah cintaku pada keabadian


(Ayatrohaedi)

Sabtu, 14 Januari 2012

DALAM DOA II


saat tiada pun tiada
aku berjalan (tiada
gerakan, serasa
isarat) Kita pun bertemu

Sepasang Tiada
tersuling (tiada
gerakan, serasa
nikmat): Sepi meninggi


(Supardi Djoko Damono)

SEBUAH LOK HITAM (Buat Sang Pemimpin)

Sebuah lok hitam
terlepas dari gerbong
sendiri melancar dalam kelam
ia menderam melolong

Ada lok hitam melancar sendirian
kami yang melihatnya bertanya keheranan
kemanakah lok berjalan
adakah stasiun penghabisan

Jauh di depan tak ada sinyal kelihatan
jauh di depan hanya malam terhampar di jalan


(Hartoyo Andangjaya)

DUKA CITA


Yang memucat wajahnya
merenungi kelabu dinding kamar
yang ditinggal mati penghuinya
sedang di luar
anjing terdiam tak meihat kupu terbang
menjatuhkaan madu di lidahnya
yang terasa pedih

Angin tidak bekerja
ranting pepohonan menunduk
menyesali daun kering yang terlepas
waktu perempuan berkerudung hitam
melangkah di atas daunan
berisik, menyayat hati burung
yang pecah telurnya

Tangan-tangan gadis
yang pucat mukanya
diam-diam meronce melati
sambil mengusap air mata

Di ujung desa
jenazah sedang disucikan


(Kuntowijoyo, ISYARAT, 1960:50)

Minggu, 08 Januari 2012

BELAJAR MEMBACA

kakiku luka
luka kakiku
kakikau lukakah
lukakah kakikau
kalau kakikau luka
lukakukah kakikau
kakiku luka
lukakaukah kakikau
kakiku luka
lukakaukah kakiku
kalau lukaku lukakau
kakiku kakikaukah
kakikaukah kakiku
kakiku luka kaku
kalau lukaku lukakau
lukakakukakiku lukakakukakikaukah
lukakakukakikaukah lukakakukakiku


(Sutardji Calzoum Bachri, 1979, KAPAK)