Yang memucat wajahnya
merenungi kelabu dinding kamar
yang ditinggal mati penghuinya
sedang di luar
anjing terdiam tak meihat kupu terbang
menjatuhkaan madu di lidahnya
yang terasa pedih
Angin tidak bekerja
ranting pepohonan menunduk
menyesali daun kering yang terlepas
waktu perempuan berkerudung hitam
melangkah di atas daunan
berisik, menyayat hati burung
yang pecah telurnya
Tangan-tangan gadis
yang pucat mukanya
diam-diam meronce melati
sambil mengusap air mata
Di ujung desa
jenazah sedang disucikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar