Sabtu, 01 Maret 2014

TAK LAGI ADA BATAS JARAK

Kini antara sabang dan merauke
semakin berseberangan
bukan lagi antara ufuk dan ufuk
yang terpisah antara ruang dan waktu

Kini antara hidup dan mati
sudah saling bercengkerama
bukan lagi antara lawan atau kawan
yang saling menjauh karena takut dan ragu



Balek S, 22 Desember 2013

TAK BERJUDUL 06

Rindu
telah berpulan melapuk
bersama sebatang kayu
yang kian merapuh


Balek S, 21 Desember 2013

CERPEN (Judul Belum Ada)

Part I


          Siang itu, kira-kira sekitar jam setengah satu tepatnya, seorang pemuda berjalan dengan langkah gontai menyusuri sebuah gang. Di tangan kanannya membawa sebuah stopmap warna biru. Memakai kemeja dan celana bahan, tetapi penampilannya sudah agak sedikit acak-acakan. Jika dilihat dari penampilannya saat ini sepertinya dia sedang mangalami hal-hal yang tidak diinginkan. Ya, benar! Sesuatu yang tidak diinginkan telah terjadi padanya. Dia hari ini telah melamar ke tiga perusahaan, dan ia ditolak saat itu pula.

          Tiga ratus meter sudah ia berjalan dengan langkah gontai dan wajah lesu. Di depan ada sebuah pohon dan dibawahnya sebuah bangku berukuran sedang. Pemuda tersebut duduk pada bangku itu, sambil sesekali mengelap keringat di lehernya. Tepat di samping pohon itu sebuah warung berdiri. Ukurannnya sedang. Kayunya sudah mulai menghitam. Cat tembok mulai mengelupas. Sepertinya warung tersebut sudah bertahun-tahun berdiri di situ. Dua atau tiga pembeli ada di sana. Tidak terlalu rame saat ini. Pemuda itu merogoh kantong saku celananya. Dia mengeluarkan satu lembar lima ribuan dan beberapa lembar ribuan.

           “Huft, uang ini cuma cukup untuk perjalanan pulang saja.”
 


........................(bersambung)

A PIECE 2

Cintaku jauh terkubur bersama zaman
di antara reruntuhan Aztec dan Inca
Diriku yang semakin purba
mencoba kembali menggali & mencari
kepingan fosil cinta



Balek S, Januari 2014

A PIECE

Cintaku jauh di ujung pulau
besama angin dan badai
diriku terhempas
dari Hawaii ke Semenanjung Harapan



Balek S, Desember 2013

MAESTRO

Aku masih terlalu biji
terlalu biji
untuk menjadi rimba di padang pasir

Aku masih terlalu telur
terlalu telur
untuk menjadi elang di pucuk gunung

Tetapi,
rimba akanlah lapuk
elang akanlah tulang

dan perlu menunggu waktu
untuk menumbuhkan biji menjadi rimba
untuk menetaskan telur menjadi elang
dan menjadi maestro di ujung zaman



Balek S, Desember 2013

TAK BERJUDUL 05

Aku adalah debunya batu
aku adalah abunya kayu
yang akan hilang oleh sepoi zaman



Balek S, November 2013