Sabtu, 01 Maret 2014

CERPEN (Judul Belum Ada)

Part I


          Siang itu, kira-kira sekitar jam setengah satu tepatnya, seorang pemuda berjalan dengan langkah gontai menyusuri sebuah gang. Di tangan kanannya membawa sebuah stopmap warna biru. Memakai kemeja dan celana bahan, tetapi penampilannya sudah agak sedikit acak-acakan. Jika dilihat dari penampilannya saat ini sepertinya dia sedang mangalami hal-hal yang tidak diinginkan. Ya, benar! Sesuatu yang tidak diinginkan telah terjadi padanya. Dia hari ini telah melamar ke tiga perusahaan, dan ia ditolak saat itu pula.

          Tiga ratus meter sudah ia berjalan dengan langkah gontai dan wajah lesu. Di depan ada sebuah pohon dan dibawahnya sebuah bangku berukuran sedang. Pemuda tersebut duduk pada bangku itu, sambil sesekali mengelap keringat di lehernya. Tepat di samping pohon itu sebuah warung berdiri. Ukurannnya sedang. Kayunya sudah mulai menghitam. Cat tembok mulai mengelupas. Sepertinya warung tersebut sudah bertahun-tahun berdiri di situ. Dua atau tiga pembeli ada di sana. Tidak terlalu rame saat ini. Pemuda itu merogoh kantong saku celananya. Dia mengeluarkan satu lembar lima ribuan dan beberapa lembar ribuan.

           “Huft, uang ini cuma cukup untuk perjalanan pulang saja.”
 


........................(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar