Lautan kini terasa hambar
walau kutahu
dengan mencemplungkan diriku
aku tak mampu mengasinkan
dengan peluhku
Balek S, 11 November 2013
Rabu, 13 November 2013
TAK BERJUDUL 03
Pikiranku semakin tertuju pada
sebuah titik
yang dengan angkuh menghipnotis ku
dan pelan-pelan mencoba membunuhku
Balek S, 31 Mei 2013
Kamis, 03 Oktober 2013
MENCARI SIANG
Siang kembali kugali
pada sehampar malam yang kering
karena airnya tak lagi mengalir
Siang kembali kukeruk
pada setumpuk malam yang berdebu
karena dasarnya tak lagi nampak
Siang kembali kucari
Balek S, September 2013
pada sehampar malam yang kering
karena airnya tak lagi mengalir
Siang kembali kukeruk
pada setumpuk malam yang berdebu
karena dasarnya tak lagi nampak
Siang kembali kucari
Balek S, September 2013
MANDI
Sudah berapa lamakah
aku tidak mandi?
Seminggu kah?
Setahun kah?
Seabad kah?
Karena bumi yang kupijak
menorehkan daki penuh lumut dosa
Sudah berapa lamakah
aku tidak gosok gigi?
Seminggu kah?
Setahun kah?
Seabad kah?
Karena setiap pohon yang kusapa
selalu layu mati menjadi debu tak bersisa
Mengapa ku tak mandi dan gosok gigi?
Tak butuh kah?
Tak ada waktu kah?
Atau air mengering yang semakin habis?
Jangan salahkan kemarau yang panjang
Karena saat hujan datang
aku hanya bersembunyi di lorong
dan menunggu hingga hujan reda
Dan saat hujan reda
aku kembali menyalahkan
mengapa hujan tak kunjung datang
Kini langit semakin menghitam
berlumutkan dosa
karena setiap yang dilakukan adalah salah
Balek S, 31 Agustus 2013
aku tidak mandi?
Seminggu kah?
Setahun kah?
Seabad kah?
Karena bumi yang kupijak
menorehkan daki penuh lumut dosa
Sudah berapa lamakah
aku tidak gosok gigi?
Seminggu kah?
Setahun kah?
Seabad kah?
Karena setiap pohon yang kusapa
selalu layu mati menjadi debu tak bersisa
Mengapa ku tak mandi dan gosok gigi?
Tak butuh kah?
Tak ada waktu kah?
Atau air mengering yang semakin habis?
Jangan salahkan kemarau yang panjang
Karena saat hujan datang
aku hanya bersembunyi di lorong
dan menunggu hingga hujan reda
Dan saat hujan reda
aku kembali menyalahkan
mengapa hujan tak kunjung datang
Kini langit semakin menghitam
berlumutkan dosa
karena setiap yang dilakukan adalah salah
Balek S, 31 Agustus 2013
TAK BERJUDUL 02
malam semakin larut
karena malam semakin merajuk
saat langit tak menampakkan awan
kepulan asap semakin mengepul dalam pikiran
jangan biarkan setan bertempik
malam ini, dan mengakak
di pagi nanti
karena malam semakin merajuk
saat langit tak menampakkan awan
kepulan asap semakin mengepul dalam pikiran
jangan biarkan setan bertempik
malam ini, dan mengakak
di pagi nanti
Balek S, 21 Mei 2013
Sabtu, 23 Maret 2013
KISAH SANDAL YANG NYEMPLUNG GOT
Entah kenapa setiap melakukan tindakan hampir sebagian besar membuat repot orang. Seperti: hilang dari rombongan, nyasar, salah jurusan bus, bahkan hingga ketinggalan kereta dan harus tidur di kolong kursi. Kali ini salah satu cerita dari sekian banyak cerita konyol,& ini adalah yg aku ceritakan.
Begini ceritanya, siang itu setelah membikin tugas mau langsung Jumatan. Aku dan 2 orang teman langsung ngibrit ke Masjid. Saat di Masjid bertemu lagi dengan teman, kemudian aku langsung menaruh sandal di tempat yang aman dan mencari tempat wudlu.
Eh tapi, airnya mati. Kemudian aku mengambil sandal dari tempat yang aman tadi. Rencana mau kembali ke kosan, tapi tidak jadi karena sudah menemukan sumber air.
Setelah itu aku & temanku kembali lagi ke Masjid. Menaruh sandal di tempat yang aman, di balik semak-semak. Lalu aku masuk & menunggu hingga berakhir.
"Apanya yang berakhir?"
"Loh malah tanya, ya jelas sholat Jumat nya lah."
Setelah selesei aku bergegas pulang. Apa yang terjadi? Ternyata sandalku hilang sebelah. Aku melihat sekeliling, tidak ada! Sedang di sebelah ada got. Aku lihat ke dalam. Eh ternyata "Apes aku", ternyata sandalku terjatuh di got yang dalamnya 2 meteran lebih.
Aku mencoba mencari ide buat ngambil sandalku tadi. "Nyemplung langsung ke got. Bukan ide yang bagus!" Dengan ketinggian 2 meter & di bawah penuh dengan air comberan dirasa bukan idew yang bagus buat nyemplung langsung.
Aku hampir menyerah. "Ah, pulang saja ah! Pulang dengan sebelah sandal." Bukan ide yang bagus juga! Hanya memakai sebelah sandal nanti dikira kurang waras.
"Aha, akhirnya dapat ide. Ambil sandal orang saja. Sungguh memalukan!!!"
Aku hanya bisa pura-pura bodoh sambil mencari ide lain. Dua orang sahabatku (beda orang, sebut saja X & Z) datang. Sambil masih pura-pura bodoh, mereka belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelah aku beritahu, mereka akhirnya membantu mangambilkan sandalku. Setelah berjibaku beberapa menit, akhirnya sandalkudapat diambil juga dengan menggunakan ranting pohon.
"Alhamdulillah."
"Mau naruh yang aman, kok malah nyemplung ke got!"
22 Maret 2013
Senin, 04 Maret 2013
PANTASKAH
Dia begitu anggun
tetapi lihatlah!
Dia semakin asing
Dia semakin dekat
tetapi mengapa,
kita semakin jauh
Dia semakin erat
tetapi mengapa,
kita semakin lepas
kalau begitu
Pantaskah?
Balek S, Februari 2013
tetapi lihatlah!
Dia semakin asing
Dia semakin dekat
tetapi mengapa,
kita semakin jauh
Dia semakin erat
tetapi mengapa,
kita semakin lepas
kalau begitu
Pantaskah?
Balek S, Februari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)