Rabu, 13 November 2013

TAK BERJUDUL 04

Lautan kini terasa hambar
walau kutahu
dengan mencemplungkan diriku
aku tak mampu mengasinkan
dengan peluhku


Balek S, 11 November 2013

TAK BERJUDUL 03


Pikiranku semakin tertuju pada sebuah titik 
yang dengan angkuh menghipnotis ku 
dan pelan-pelan mencoba membunuhku


Balek S, 31 Mei 2013

Kamis, 03 Oktober 2013

MENCARI SIANG

Siang kembali kugali
pada sehampar malam yang kering

karena airnya tak lagi mengalir

Siang kembali kukeruk
pada setumpuk malam yang berdebu

karena dasarnya tak lagi nampak

Siang kembali kucari


Balek S, September 2013

MANDI

Sudah berapa lamakah
aku tidak mandi?

Seminggu kah?
Setahun kah?
Seabad kah?

Karena bumi yang kupijak
menorehkan daki penuh lumut dosa

Sudah berapa lamakah
aku tidak gosok gigi?

Seminggu kah?
Setahun kah?
Seabad kah?

Karena setiap pohon yang kusapa
selalu layu mati menjadi debu tak bersisa

Mengapa ku tak mandi dan gosok gigi?
Tak butuh kah?
Tak ada waktu kah?
Atau air mengering yang semakin habis?

Jangan salahkan kemarau yang panjang
Karena saat hujan datang
aku hanya bersembunyi di lorong
dan menunggu hingga hujan reda

Dan saat hujan reda
aku kembali menyalahkan
mengapa hujan tak kunjung datang

Kini langit semakin menghitam
berlumutkan dosa
karena setiap yang dilakukan adalah salah



Balek S, 31 Agustus 2013

TAK BERJUDUL 02

malam semakin larut 
karena malam semakin merajuk

saat langit tak menampakkan awan 
kepulan asap semakin mengepul dalam pikiran
 

jangan biarkan setan bertempik 
malam ini, dan mengakak
di pagi nanti



Balek S, 21 Mei 2013

TAK BERJUDUL 01

Saat senja tak terlihat
malam kembali menutup keraguan



Balek S, 14 Mei 2013

Sabtu, 23 Maret 2013

KISAH SANDAL YANG NYEMPLUNG GOT


Entah kenapa setiap melakukan tindakan hampir sebagian besar membuat repot orang. Seperti: hilang dari rombongan, nyasar, salah jurusan bus, bahkan hingga ketinggalan kereta dan harus tidur di kolong kursi. Kali ini salah satu cerita dari sekian banyak cerita konyol,& ini adalah yg aku ceritakan.

Begini ceritanya, siang itu setelah membikin tugas mau langsung Jumatan. Aku dan 2 orang teman langsung ngibrit ke Masjid. Saat di Masjid bertemu lagi dengan teman, kemudian aku langsung menaruh sandal di tempat yang aman dan mencari tempat wudlu.

Eh tapi, airnya mati. Kemudian aku mengambil sandal dari tempat yang aman tadi. Rencana mau kembali ke kosan, tapi tidak jadi karena sudah menemukan sumber air.

Setelah itu aku & temanku kembali lagi ke Masjid. Menaruh sandal di tempat yang aman, di balik semak-semak. Lalu aku masuk & menunggu hingga berakhir.

"Apanya yang berakhir?"

"Loh malah tanya, ya jelas sholat Jumat nya lah."

Setelah selesei aku bergegas pulang. Apa yang terjadi? Ternyata sandalku hilang sebelah. Aku melihat sekeliling, tidak ada! Sedang di sebelah ada got. Aku lihat ke dalam. Eh ternyata "Apes aku", ternyata sandalku terjatuh di got yang dalamnya 2 meteran lebih.

Aku mencoba mencari ide buat ngambil sandalku tadi. "Nyemplung langsung ke got. Bukan ide yang bagus!" Dengan ketinggian 2 meter & di bawah penuh dengan air comberan dirasa bukan idew yang bagus buat nyemplung langsung.

Aku hampir menyerah. "Ah, pulang saja ah! Pulang dengan sebelah sandal." Bukan ide yang bagus juga! Hanya memakai sebelah sandal nanti dikira kurang waras.

"Aha, akhirnya dapat ide. Ambil sandal orang saja. Sungguh memalukan!!!"

Aku hanya bisa pura-pura bodoh sambil mencari ide lain. Dua orang sahabatku (beda orang, sebut saja X & Z) datang. Sambil masih pura-pura bodoh, mereka belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelah aku beritahu, mereka akhirnya membantu mangambilkan sandalku. Setelah berjibaku beberapa menit, akhirnya sandalkudapat diambil juga dengan menggunakan ranting pohon.

"Alhamdulillah."

"Mau naruh yang aman, kok malah nyemplung ke got!"


22 Maret 2013

Senin, 04 Maret 2013

PANTASKAH

Dia begitu anggun
tetapi lihatlah!
Dia semakin asing

Dia semakin dekat
tetapi mengapa,
kita semakin jauh

Dia semakin erat
tetapi mengapa,
kita semakin lepas

kalau begitu
Pantaskah?



Balek S, Februari 2013