Jalan demi jalan kami jelajahi
Lorong demi lorong kami tapaki
Malam ke malam kami telusuri
Namun hari esok tak kami temui
Hati ke hati kami tanyai
Jawaban demi jawaban telah kami cari
Cara demi cara telah kami lewati
Tapi tak seorangpun yang perduli
Kami ini kucing jalanan
Yang mencari mangsa di gelap malam
Biarpun banyak musuh dan cercaan
Kami akan tetap terdiam
Kita adalah dunia malam!
Dunianya orang hilang
Biarpun hari esok telah tenggelam
akan tetap kami terjang
Kita dunia yang tak dianggap!
Dunia kami telah lama hilang
Dan kami tak berharap
Orang akan lagi memandang
Kita tidak terikat aturan!
Jangan kau usik kami!
Kalian punya aturan
Kami juga lain aturan
Asal kalian tahu...
Kami hidup di jalanan
Kami mati juga di jalanan
Balek S, Mar-Mei 2011
Jumat, 03 Juni 2011
PENANTIAN PANJANG
Jalan hidup ini begitu panjang
Telah lama kita berjalan
Hingga kita menghilang
Aku kini bimbang
Aku masih tetap di sini
Sendiri
Menunggu dirimu semata
Walau kau tak juga kunjung tiba
Aku masih tetap setia
Jika kau mau
Aku masih seperti dulu
Balek S, Mar-Mei 2011
Telah lama kita berjalan
Hingga kita menghilang
Aku kini bimbang
Aku masih tetap di sini
Sendiri
Menunggu dirimu semata
Walau kau tak juga kunjung tiba
Aku masih tetap setia
Jika kau mau
Aku masih seperti dulu
Balek S, Mar-Mei 2011
DENGAN II
Dengan kata aku bicara
Dengan kata aku melihat
Dengan kata aku mendengar
Dengan kata aku tertawa
Dengan kata aku menangis
Dengan kata aku bercinta
Dengan kata aku berdoa
Dengan kata aku merubah mata hati
Dengan kata aku merubah isi pikiran
Dengan kata aku ingin merubah semua
Aku ingin merubah dunia
Bukan dunia yang merubahku
Balek S, Apr 2011
Dengan kata aku melihat
Dengan kata aku mendengar
Dengan kata aku tertawa
Dengan kata aku menangis
Dengan kata aku bercinta
Dengan kata aku berdoa
Dengan kata aku merubah mata hati
Dengan kata aku merubah isi pikiran
Dengan kata aku ingin merubah semua
Aku ingin merubah dunia
Bukan dunia yang merubahku
Balek S, Apr 2011
PERASAAN MALAM
Di sini aku sendiri
Ditemani seekor kucing jalanan
Melihat waktu terus berjalan
Hingga akhirnya malam datang
Hidup ini sepi
Sesepi jalanan malam
Perasaan ini mulai senja
Perasaan sesenja malam
Malam yang datang hari ini
dan hawa dingin
Semakin mencekik nafas
Membungkam hati
Semakin menambah sepi jiwa ini
Perasaan-perasaan mengalir yang terhenti
Omongan-omongan bisu
yang makin tak terucap lagi
Menambah dunia semakin sunyi
Apakah ini dunia?
Atau perasaan jiwa?
Perasaan kalian semakin malam
membuat aku harus selalu angkat tangan
Perasaan malam kalian
semakin membuatku membisu
Perasaan malam kalian
semakin membuatku tercekik
Semakin aku bicara
Semakin tak mampu berucap lagi
Dan semakin sunyi dunia ini
Ditemani seekor kucing jalanan
Melihat waktu terus berjalan
Hingga akhirnya malam datang
Hidup ini sepi
Sesepi jalanan malam
Perasaan ini mulai senja
Perasaan sesenja malam
Malam yang datang hari ini
dan hawa dingin
Semakin mencekik nafas
Membungkam hati
Semakin menambah sepi jiwa ini
Perasaan-perasaan mengalir yang terhenti
Omongan-omongan bisu
yang makin tak terucap lagi
Menambah dunia semakin sunyi
Apakah ini dunia?
Atau perasaan jiwa?
Perasaan kalian semakin malam
membuat aku harus selalu angkat tangan
Perasaan malam kalian
semakin membuatku membisu
Perasaan malam kalian
semakin membuatku tercekik
Semakin aku bicara
Semakin tak mampu berucap lagi
Dan semakin sunyi dunia ini
Balek S, Mar-Apr 2011
Kamis, 02 Juni 2011
PERJALANAN MALAM
...
Malam ini tiba-tiba menjadi gelap total. Ku coba keluar tuk sekedar cari angin segar. Tapi sayangnya malam ini mendung dan sedikit gerimis. Tak apalah, sekaligus ambil harta terpendam yang mulai menipis. Aku keluar dari tempat persemayamanku. Tak ada bintang tak ada bulan. Meski begitu jalanan masih tetap terlihat walaupun warnanya hitam semua.
Aku tiba di lorong sebelah. Tapi anehnya lorong tersebut tidak ada masalah dengan penerangannya. Berbeda dengan lorong di tempatku yang gelap total. Seperti berbeda dimensi saja meski saling bertetangga. Aku melanjutkan langkahku. Sampai akhirnya tiba di sebuah bangunan kecil. Bangunan wadah harta terpendam. Aku masuk untuk mengambil secuil harta tersebut. Saat perjalanan pulang aku dikagetkan oleh suara sesosok orang. Entah siapa itu aku tak tahu, hanya kegelapan yang terlihat. Aku hanya bisa mengamatinya dalam diam. Baru perkataan yang kedua kalinya aku mengetahui bahwa itu adalah salah satu temanku sebelum akhirnya kami berpisah. Aku juga belum sempat tanya balik karena mungkin sudah terlalu jauh. Dia juga masuk ke bangunan kecil penimbun harta sedangkan aku melanjutkan perjalananku. Aku tiba di tempat persemayamanku sambil menunggu sekitar satu jam-an sampai akhirnya semua kembali normal.
...
14/05/2011
PERJALANAN MALAM
...
Malam ini aku kembali melakukan perjalanan. Udara masih sama , sepanas yang kemarin. Aku melewati lorong yang berbeda dari sebelumnya. Lorong ini masih sesak oleh keramaian karena belum tengah malam. Lagipula lorong ini sebagai pusat penyembelihan ayam. Udara tak sedap juga terasa di sini. Oh shit!... Aku mempercepat langkahku. Kalau tidak aku bisa kehabisan nafas di sini. Semakin ke dalam lorong ini semakin jauh dari keramaian. Tetapi udara panas masih terasa.
Malam ini aku kembali melakukan perjalanan. Udara masih sama , sepanas yang kemarin. Aku melewati lorong yang berbeda dari sebelumnya. Lorong ini masih sesak oleh keramaian karena belum tengah malam. Lagipula lorong ini sebagai pusat penyembelihan ayam. Udara tak sedap juga terasa di sini. Oh shit!... Aku mempercepat langkahku. Kalau tidak aku bisa kehabisan nafas di sini. Semakin ke dalam lorong ini semakin jauh dari keramaian. Tetapi udara panas masih terasa.
Aku tiba di sebuah lorong besar. Lorong besar yang tak berujung. Woi… Dimana ujung lorong ini? Langit mendung tetapi lorong ini tetap terang oleh bintang-bintang modern. Sorot sinarnya tak seindah bintang alami. Tak hanya itu, sinarnyanya juga lebih menyilaukan. Lorong ini masih jauh dari keramaian. Tetapi makhluk-makhluk modern dan aneh dengan sorot matanya yang menyilaukan menjadikan suasana tak karuan. Suasana ketenangan hilang tiba-tiba. Mereka tak menghiraukan orang-orang di sekitarnya dengan menyorotkan pandangan tajamnya. Kepulan asap rokoknya, suara kegaduhannya semakin membuat udara dan suasana semakin panas. Aku tak suka akan hal itu. Kali ini aku semakin mempercepat langkahku. Dan akhirnya aku tiba di sebuah bangunan modern. Aku masuk untuk mendapatkan barang yang aku inginkan. Habis mendapatkan barang yang aku inginkan, aku balik lagi ke tempat persemayamamku.
...
...
11/05/2011
PERJALANAN MALAM
...
Malam ini aku berjalan menjelajah malam. Seperti biasanya dan yang pasti sendiri. Malam yang semakin hangat. Menyusuri lorong-lorong mistis. Lorong ini, lorong yang penuh panas keramaian tadi siang. Tapi tidak dengan malam ini. Semakin ke sana semakin dingin. Aura-aura tak terlihat mulai menjalari seluruh tubuhku. Dengan santainya aku terus berjalan saja. Ah!... masa bodoh dengan semua itu.Rumah sederhana yang aku lihat itu. Ya... rumah dengan penerangan lampu yang makin meredup itu, aura tak terlihatnya makin terasa. Ini hanya perjalanan pendek saja. Suatu saat nanti aku akan bertetangga dengan mereka. Yang pasti dengan waktu yang lebih lama.
Tanpa kusadari aku telah berada di ujung lorong. Hawanya kembali normal. Hawa hangat akibat mulai memanasnya bumi ini. Dua temanku ikut bergabung denganku dari arah samping kiri. Suasana semakin panas. Kami semua semakin larut dalam suasana tersebut tanpa aku perdulikan kejadian tadi.
...
03/05/2011-04/05/2011
Langganan:
Postingan (Atom)