...
Malam ini tiba-tiba menjadi gelap total. Ku coba keluar tuk sekedar cari angin segar. Tapi sayangnya malam ini mendung dan sedikit gerimis. Tak apalah, sekaligus ambil harta terpendam yang mulai menipis. Aku keluar dari tempat persemayamanku. Tak ada bintang tak ada bulan. Meski begitu jalanan masih tetap terlihat walaupun warnanya hitam semua.
Aku tiba di lorong sebelah. Tapi anehnya lorong tersebut tidak ada masalah dengan penerangannya. Berbeda dengan lorong di tempatku yang gelap total. Seperti berbeda dimensi saja meski saling bertetangga. Aku melanjutkan langkahku. Sampai akhirnya tiba di sebuah bangunan kecil. Bangunan wadah harta terpendam. Aku masuk untuk mengambil secuil harta tersebut. Saat perjalanan pulang aku dikagetkan oleh suara sesosok orang. Entah siapa itu aku tak tahu, hanya kegelapan yang terlihat. Aku hanya bisa mengamatinya dalam diam. Baru perkataan yang kedua kalinya aku mengetahui bahwa itu adalah salah satu temanku sebelum akhirnya kami berpisah. Aku juga belum sempat tanya balik karena mungkin sudah terlalu jauh. Dia juga masuk ke bangunan kecil penimbun harta sedangkan aku melanjutkan perjalananku. Aku tiba di tempat persemayamanku sambil menunggu sekitar satu jam-an sampai akhirnya semua kembali normal.
...
14/05/2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar